Mengembalikan Jati Diri Bangsa ala GLKN

23/11/2009

in motivasi

Mengembalikan Jati Diri Bangsa, Sebagai pendahuluan, saya ingin mengajak untuk melakukan flashback berupa potret keadaan pada peralihan tahun 1997-1998. Sebelum gerakan reformasi/demokratisasi merebak pada tahun 1998, persoalan persatuan dan kesatuan bangsa sangat intensif dilakukan dan dipelihara. Namun sayangnya modal sosial yang sangat kuat dan tumbuh bersama-sama dengan kebangkitan nasional bangsa tersebut, dikelola secara simultan dengan aspek-aspek kehidupan yang lain, dengan pendekatan politik yang relatif represif dan mengedepankan stabilitas politik, ingat misalnya tentang strategi “trilogi pembangunan”. Dengan demikian persoalan persatuan dan kesatuan bangsa juga menerima imbas negatif di era reformasi.
Persoalan-persoalan yang bernuansa separatisme kedaerahan yang sempit pada saat itu dapat diredam dengan pendekatan stabilitas politik, dengan nuansa pembangunan pertumbuhan ekonomi yang secara artifisial cukup memuaskan, untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs) rakyat, disertai dengan sistem pemerintahan yang sentralistik.
Pada saat terjadinya krisis ekonomi yang dahsyat pada akhir tahun 1997, yang pada akhirnya tidak dapat diatasi dan kemudian disusul oleh krisis multidimensional akibat sinergi negatif antara krisis ekonomi dan keadaan sosial-politik yang tidak sehat, yang sebenarnya merupakan “api dalam sekam”, maka meledaklah ketidakpercayaan pada penguasa pada waktu itu, sehingga Orde Baru jatuh dan digantikan oleh Orde Reformasi.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: