Museum Tambaksari Ciamis Terlantar

08/03/2010

in motivasi

Dengan Gembar Gembornya saat ini di Jakarta Festival Museum Nusantara.ada beberapa museum daerah yang masih terlantar yang masih termasuk Museum Nusantara.

Ini yang dikutip dari salah satu media info terkenal dan yang terjadi disana Buku tamu tak begitu tebal yang tergeletak sejak lebih dari lima tahun lalu itu belum terisi penuh. Warna kertas sudah sedikit buram, tetapi masih ada banyak halaman kosong. Setiap bulan rata-rata hanya belasan pengunjung. Tak jarang hanya ada satu atau dua nama tercantum di sana.

Gedung Penyelamatan Benda Cagar Budaya (GPBCB) di Desa Kec Tambaksari, Kabupaten Ciamis, yang disebut museum oleh masyarakat sekitar, memang tak ramai dikunjungi orang. Bangunan yang tercecer 75 kilometer dari pusat kota tersebut sunyi. Sesunyi deretan ratusan fosil vertebrata yang mengisi delapan lemari kaca di ruang pamer. berbeda dengan meriahnya Festival Museum Nusantara di TMII dan Jangan bandingkan, misalnya, dengan Museum Geologi Bandung yang juga memamerkan fosil yang akrab dengan kunjungan ratusan orang setiap harinya.

Festival Museum Nusantara

GPBCB atau museum situs Tambaksari mulai beroperasi pada 2002. Peresmiannya dilangsungkan dua tahun kemudian oleh Gubernur Jabar, ketika itu Danny Setiawan. Hanya ada dua gedung utama, yakni ruang pamer dan gedung operasional di sebelahnya. Ruang operasional digunakan untuk ruang petugas, tempat penyimpanan puluhan fosil yang belum teridentifikasi, sekaligus laboratorium.

FESTIVAL MUSEUM NUSANTARA

Sejak dibangun, sama sekali tak tampak ada renovasi di sini. Gedung tampak usang. Cat tembok mengelupas di sana-sini. Atap juga bermasalah ketika hujan. Halaman dan tanaman tak terawat baik. Longsor tebing di belakang bangunan juga terus mengancam. Sebagai salah satu aset sejarah dan pariwisata, kondisi museum situs ini amat jauh dari yang diharapkan. Barangkali, itu salah satu sebab buku tamu lawas itu tak juga penuh dengan nama pengunjung.

Kasian sekali nasibmu Museum Tambaksari Ciamis mudah-mudahan tergerak hati pemerintah daerah untuk bisa mengangkat museum ini agar bisa dikunjungi lebih banyak masyarakat lagi, seperti Festival Museum Nusantara.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: